-
Ikhlas itu sebuah rahasia yang amat dalam dan yang mengetahuinya hanya hati nurani dan Allah. Bahkan, menurut riwayat, setan dan malaikat pun tidak bisa mengetahuinya. Pernyataan bahwa “saya ikhlas” belum tentu mencerminkan kadar keikhlasannya.
Komaruddin Hidayat dalam Psikologi Beragama (via kuntawiaji)Posted on May 20, 2012 via Kuntawiaji with 102 notes
Source: kuntawiaji
-
Manusia yang kuat prinsipnya pun terkadang terpeleset, apalagi yang hidup tanpa nilai.
Fariz Abdillah (via kuntawiaji)Posted on December 7, 2011 via Kuntawiaji with 31 notes
Source: kuntawiaji
-
Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri, dan jika kamu berbuat jahat, maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri…
QS. Al-Isra: 7 (via kuntawiaji)Posted on December 7, 2011 via Kuntawiaji with 60 notes
Source: kuntawiaji
-
Dalam hidup ini pada hakikatnya kita sedang menunggu giliran. Jadi bersiaplah karena gak ada nomor antrian, kita bisa dipanggil kapan saja.
(via ghuptiraina)
Posted on November 6, 2011 via rio.guia.deus! with 165 notes
Source: riopale
-
Kalau benar ingin jadi lelaki yang mencintai perempuannya, maka mulailah dengan berusaha membawa diri sendiri ke syurga. Karena nanti, kau perlu memimpinnya ke sana.
*untuk para calon imam :)Hilal Asyraf (via kuntawiaji)(via kuntawiaji)
Posted on October 2, 2011 via Gerhana Studio with 319 notes
Source: gerhanastudio
-
Jangan kagumi menjulangnya namamu dan berlimpahnya hidupmu; takjublah bahwa Allah begitu santun menutup aib dan menangguhkan balas dosamu.
Salim A Fillah (via kuntawiaji)Posted on September 21, 2011 via Kuntawiaji with 76 notes
Source: kuntawiaji
-
-Pursuit of Happiness-
Life with happiness is beautiful :)
-

#ffiiiuuhhh….
-

Islam memandang persahabatan sebagai nilai yang agung dan menentukan dalam nasib dan kehidupan seseorang. Karena itu, baik Nabi Saw maupun para Imam Maksum Ahlul Bait dalam banyak kesempatan menekankan untuk memilih sahabat dan kawan dengan benar. Misalnya dalam hadis Nabi disebutkan bahwa beliau bersabda, “Manusia beragama seperti sahabatnya. Karena itu, hendaknya dia teliti dengan siapa dia menjalin persahabatan.” Hadis ini menerangkan sejauh mana pengaruh seorang kawan sehingga bisa mempengaruhi keberagamaan sahabatnya. Dalam hadis disebutkan, “Sahabat yang baik lebih baik dari kesendirian dan kesendirian lebih baik dari sahabat yang buruk.”
Kriteria yang dimiliki sahabat yang baik menurut islam:
- Kematangan orang dalam bernalar dan mengambil sikap yang logis dalam semua hal. Sahabat yang seperti ini adalah penasehat yang bisa dipercaya yang mencegah sahabatnya dari kesalahan. Hadist dari Imam Ali (as) , Beliau berkata, “Bersahabat dengan orang yang arif dan bijak akan menghidupkan jiwa dan ruh.” Hadis ini mengisyaratkan bahwa orang yang berakal adalah orang yang pandai bersikap.
- Akhlak dan budi pekerti yang baik . Dalam al-Qur’an al-Karim, Allah Swt mengingatkan kita untuk tidak memilih kawan yang jahat, buruk, dan pendosa. Ayat 28 dan 29 surat al-Furqan menjelaskan kisah kawan yang buruk di hari kiamat kelak. Disebutkan di ayat itu bahwa seseorang yang berada di neraka menyesali karena salah memilih sahabat dan mengatakan, “Andai saja aku tidak menjadikan si Polan itu sahabatku. Dia telah mencegahku dari mengikuti kebenaran yang sebenarnya telah sampai kepadaku.”
- Setia dengan tali persahabatan. Imam Sadiq (as) dalam sebuah riwayat menjelaskan hal itu dalam sebuah ungkapan indah. Beliau berkata, “Berkawan ada batasnya. Siapa saja yang menjaga batasan itu berarti dia adalah sahabat yang benar. Jika tidak, jangan bersahabat dengannya.” Beliau lalu menjelaskan batas-batas persahabatan dan berkata, “Batasan-batasan persahabatan adalah; Pertama, dia mesti bersikap sama baik didepanmu maupun dibelakangmu (Yakni menjaga kejujuran dan persahabatan). Kedua, menganggap kebaikanmu sebagai kebaikannya dan celamu sebagai celanya. Ketiga, tidak mengubah perilaku ketika dia mendapat kedudukan atau harta. Keempat, jika memiliki harta, dia tak akan pernah segan membantumu. Kelima, tidak membiarkanmu seorang diri kala engkau ditimpa masalah dan kesulitan.”
- Sahabat yang baik adalah kesesuaiannya dengan kita.Sahabat yang baik adalah orang yang sederajat dengan kita dalam hal materi, kedudukan sosial, dan pemikiran. Imam Muhammad Baqir (as) berkata, “Bersahabatlah dengan orang yang sederajat denganmu. Jangan engkau bersahabat dengan orang yang menjaminmu sebab hal itu akan mengakibatkan kehinaan dan kerendahan bagimu.” Hadis ini mengingatkan kita akan harga diri manusia. Mungkin orang akan senang bersahabat dengan orang yang lebih kaya yang bisa membantunya secara finansial. Tapi sebenarnya persahabatan ini hanya akan membuatnya hina dan rendah di mata sahabatnya yang kaya.
- Kesabaran. Imam Ali (as) berkata, “Bersahabatlah dengan orang yang penyabar, dengan begitu engkau bisa belajar meningkatkan kesabaranmu.” Hadis ini menjelaskan pengaruh sahabat yang penyabar. Orang yang penyabar akan mudah merendahkan hati ketika muncul masalah dalam persahabatan. Dia akan mudah memaafkan kesalahan sahabatnya. Perselisihan yang mungkin muncul antara dia dengan kawannya tidak akan mudah merusak persahabatan. Tapi bagaimanakah kriteria orang yang penyabar? Imam Sadiq (as) menjelaskan, “Orang yang marah kepadamu sampai tiga kali tapi tak pernah mengucapkan kata-kata buruk terhadapmu, maka ia layak engkau jadikan sahabat.”
sumber: Iran Indonesian Radio
:) :) :)


